
Motivasi Menjadi Senjata Mematikan Phelps
“The more you dream, the further you get.”
Michael Phelps
Tampaknya sederhana apa yang diucapkan oleh Peraih 8 medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini. Semakin tinggi mimpi, maka akan semakin banyak hal yang bisa diraih. Tentu saja Phelps tidak berbicara tentang menjadi pemimpi, melainkan ingin memberi gambaran nyata bagaimana motivasi menjadi seorang yang besar telah menuntun dirinya untuk mencatatkan diri sebagai pemegang rekor pengumpul medali terbanyak dalam olimpiade sepanjang masa.
Motivasi adalah sebuah daya gerak yang memberi alasan orang untuk melakukan sebuah tindakan. Hampir setiap perilaku manusia selalu didahului dengan adanya motivasi. Menurut Wann (1997) motivasi adalah sebuah proses peningkatan di dalam diri organisme yang membantu mengarahkan dan mempertahankan sebuah perilaku. Gunarsa (2004) menyatakan bahwa motivasi penggerak dalam setiap perilaku yang merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan. Tinggi rendahnya motivasi dapat dilihat dari 3 unsur, yakni: energi, arah, dan keajegan (persistence).
Energi memberi kekuatan para sebuah perilaku. Pada perilaku berolahraga, energi yang mungkin muncul adalah kesenangan dan keinginan untuk menjadi sehat. Unsur yang menuntun sebuah perilaku adalah arah. Dengan arah perilaku menjadi mempunyai tujuan. Kemana ujung perilaku akan berakhir menjadi lebih terlihat. Seorang atlet prestasi tentu saja ingin menjadi yang terbaik, tidak hanya di level nasional, tapi juga di level internasional. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah unsur keajegan. Untuk mencapai tujuan tertentu, maka perilaku harus mempunyai sifat ajeg, kontinyu. Seorang atlet harus rela berlatih setiap hari demi sebuah tujuan yang ingin dicapai.
lbh lengkap buka......
web asli: http://psikologiolahraga.wordpress.com/2009/01/08/menggugah-motivasi-atlet/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar