mencintaimu tanpa balas
bukan yang aku inginkan sebenarnya
mencintaimu tanpa balas
membuatku kelu setiap harinya
rasa yang ada datang begitu saja
tumbuh dan bersemi di hati
tanpa ada tanda sebelumnya
membiarkannya ada disini, ya di hati
menunggu hal yang paling ku benci
namun
menunggumu adalah pengecualian
bagiku
menunggumu sudah menjadi kebiasaanku
aku tak pernah memintamu
untuk melihatku
aku tak pernah memintamu
luangkan waktumu untukku
yang aku inginkan hanya satu
sederhana bagimu
tidak untukku
aku hanya ingin kamu bahagia
bersamaku atau tanpaku
aku hanya ingin aku bahagia
melihatmu bahagia
bersamaku atau tanpaku
aku tak pernah membayangkan
jika kamu tak pernah lagi ada
tak pernah datang menyapa
bagaimana rasanya?
bersamamu terkadang menjadi sebuah doa
yang aku minta kepada-Nya
bersamamu memang yang selalu kuharap
tapi masih adakah kesempatan?
kesalahanku yang lalu membuatku
kehilanganmu
melepaskanmu
dan sekarang, aku inginkan kamu, kembali
salahkah aku? rasa ini datang begitu saja
rasa ini memang dariNya
aku pun tak menyalahkanNya
juga tak menyalahkanmu
tapi bisakah sejenak
kamu datang disini
duduk berdua
saling mencurahkan isi hati
sehari tanpa kabar darimu
sudah membuat aku rindu
lalu bagaimana jika pada saatnya
aku kehilangan kamu?
mencintaimu,
menunggumu,
memikirkanmu,
merindumu,
sudah menjadi kebiasaanku
jangan pernah melarangku
untuk melakukan itu
ya tentang kamu, semua itu